Ketika dalam perjalanan pulang setelah mengikuti kegiatan rutin, disamping kiri atau melihat seorang bapak mengendarai sepeda motor dengan gerobak disampingnya. nampak nya dia sudah selesai berjualan dan hendak pulang. Awalnya, akutidak peduli......sampai aku melihat sesuatu yang menurutku ganjil.
Oh Tuhan ...Kakinya tidak menapak pada ''Pijakan'' Sepeda motor.Kakinya yang menggantung kecil ....kira2 hannya berjarak 40cm dr pangkal pahanya .diujung kaki itu ,dikenakan sebuah sepatu yg bagus..bersih..dan arah sepatu itu terbalik ujung jari yg seharusnya kedepan ...ini justru ke belakang.
Sejenak aku merasa miris.Aku kagum dengan semangat bapak itu.Walau keadaan nya seperti itu .dia tidak seperti minta minta dia tidak berpakaian kusut supaya dikasihani tapi justru berpakaian rapi dan bersepatu dan dia pun bekerja sampai malam aku terus menatap bapa itu sampai hilang dari pandanganku aku merenung adakah aku lebih semangat dari bapak itu?aku lebih sempurna secara fisik lebih bannyak hal yg bisa aku lakukan tapi sampai seberapa mampu aku mengelola segala yg aku miliki sering kali aku memoles diri supaya dikasihani menempatkan diri sebagai sosok yg menderita memiliki persoalan hidup terberat memasang muka masam dan putus asa untuk berusaha tapi seorang bapak yg tidak kukenal malam ini telah mengejar aku bahwa keadaan apapun dalam diri kita jgn kita berputus asa semua ada jalan asal kita mau berusaha teruslah bersemangat tampilah sebagai orang yg pantas dihargai bukan dikasihani
READMORE - Hidup,Semangat,Dan Perjuangan
Oh Tuhan ...Kakinya tidak menapak pada ''Pijakan'' Sepeda motor.Kakinya yang menggantung kecil ....kira2 hannya berjarak 40cm dr pangkal pahanya .diujung kaki itu ,dikenakan sebuah sepatu yg bagus..bersih..dan arah sepatu itu terbalik ujung jari yg seharusnya kedepan ...ini justru ke belakang.
Sejenak aku merasa miris.Aku kagum dengan semangat bapak itu.Walau keadaan nya seperti itu .dia tidak seperti minta minta dia tidak berpakaian kusut supaya dikasihani tapi justru berpakaian rapi dan bersepatu dan dia pun bekerja sampai malam aku terus menatap bapa itu sampai hilang dari pandanganku aku merenung adakah aku lebih semangat dari bapak itu?aku lebih sempurna secara fisik lebih bannyak hal yg bisa aku lakukan tapi sampai seberapa mampu aku mengelola segala yg aku miliki sering kali aku memoles diri supaya dikasihani menempatkan diri sebagai sosok yg menderita memiliki persoalan hidup terberat memasang muka masam dan putus asa untuk berusaha tapi seorang bapak yg tidak kukenal malam ini telah mengejar aku bahwa keadaan apapun dalam diri kita jgn kita berputus asa semua ada jalan asal kita mau berusaha teruslah bersemangat tampilah sebagai orang yg pantas dihargai bukan dikasihani


